25 Mei 2012

Home » » Perpustakaan yang Merakyat

Perpustakaan yang Merakyat

Perpustakaan merupakan koleksi buku-buku yang dibiayai dan dioperasikan oleh suatu kota atau institusi serta dimanfaatkan oleh masyarakat kurang mampu membeli banyak buku dengan biaya sendiri. Seiring perkembangan teknologi saat ini, koleksi dan penemuan media baru selain buku. Banyak juga perpustakaan yang menyediakan tempat penyimpanan akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, berupa mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video, DVD dan fasilitas umum lainnya, untuk mengakses gudang data CD-ROM serta internet. Kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan dan rekreasi serta ibadah merupakan kebutuhan hakiki manusia. Oleh karena itu, perpustakaan modern didefinisikan kembali sebagai tempat mengakses informasi dalam format apa pun.

Dalam perpustakaan modern, selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer). Bukan hanya itu, perpustakaan juga memiliki peran untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar.

Dengan demikian, perpustakaan yang terorganisasi secara rapi dan sisitematis, secara langsung atau tidak dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini, memerlukan perbaikan terkait kemajuan pendidikan dan metode belajar-mengajar yang tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

Tujuannya, membantu masyarakat segala umur untuk memberikan kesempatan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan. Kemudian, tanggap dalam kemajuan berbagai ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik.

Berdasarkan ketentuan peraturan tahun 1980 tentang tugas pokok perpustakaan nasional Republik Indonesia dalam menyelenggarakan pengumpulan, penyimpanan, serta pelestarian terbitan Indonesia sebagai khazanah kebudayaan serta menjamin pemeliharaan terbitan. Sesuai dengan manfaat perpusatakaan yang luar biasa bagi perkembangan akal fikiran manusia, namun masih banyak warga yang belum menikmati fasilitas tersebut.

Melihat kondisi ini, pemilik taman bacaan Tengku Luckman Sinar, Mira Sinar bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Pemko Medan mengadakan program per triwulan mengundang pelajar-pelajar dari tingkat SD hingga SMU berkunjung ke Perpustakaan Kota Medan. Hal itu, guna menimbulkan kegemaran membaca sejak usia dini, jelasnya saat ditemui Analisa di taman bacaannya di Jalan Abdullah Lubis Medan.

Saat dimintai tanggapannnya tentang jumlah buku di ‘Gudang ilmu’ Kota Medan, menurutnya, masih kurang. Saat ini, jumlah buku di perpustakaan tersebut, sebanyak 23 ribu buku.

Idealnya, sesuai jumlah penduduk Kota Medan, jumlah buku yang tersedia sebanyak 50 ribu buku. Dia berharap, kepada pemerintah untuk menambah koleksi buku-buku. Selain itu, program pengadaan perpustakaan di tiap-tiap kecamatan di Medan disediakan. Hal itu, guna memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat yang masih minim minat baca, tandasnya.

Selain Perpustakaan Medan juga, terdapat Perpustakaan Daerah Sumut (Pusda) Sumut yang terletak di Jalan Brigjen Katamso (depan Istana Maimon). Salah seorang pengunjung, Syafitri Tambunan menyebutkan, di perpustakaan ini, dia bisa memperoleh buku-buku yang tidak ada di pasaran. Dengan demikian keberadaan perpustkaan sangat membantu dan bermanfaat baginya.

"Apalagi saat saya menyelesaikan skripsi dan bahan-bahan perkuliahan," kata sarjana sastra Indonesia asal Universitas Medan (Unimed) ini. Dia kerap mengunjungi Pusda Sumut ketimbang Perpustakaan Unimed.

Sumber http://www.analisadaily.com/news/read/2012/05/20/51582/perpustakaan_yang_merakyat
Share this article :

Posting Komentar